RSS

Pemuda yang menegakkan Rukun Islam namun terjerumus ke dalam beberapa kemaksiatan

20 Feb

Tanya : Seorang pemuda selalu menegakkan rukun islam yang lima, sebagaimana yang disyariatkan oleh Allah , namun ia terjerumus ke dalam kemaksiatan atau berkumpul padanya perbuatan yang diwajibkan dengan perbutan yang dilarang, bagaimana hukum islam terhadap hal yang demikian?

Jawab : Pintu taubat senantiasa terbuka sampai terbitnya matahari dari barat, maka bagi setiap kafir dan orang yang bermaksiat untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha. Taubat yang demikian dilakukan dengan menyesali perbuatan maksiat yang sebelumnya dan meninggalkan perbuatan tersebut, dan meninggalkannya karena takut dan mengagungkan Allah. Serta berazam(berjanji dengan sungguh-sungguh) untuk tidak mengulangi lagi. barangsiapa yang bertaubat dengan taubat yang demikian maka Allah akan menghapuskan dosanya yang lalu seperti firman Allah ta’ala

“Dan bertaubatlah kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.”
(QS An Nur : 31)

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dan beramal shalih kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS Thoha : 82)

Dan Nabi bersabda :

Islam menghancurkan apa-apa yang ada sebelumnya, dan taubat menghancurkan apa-apa yang sebelumnya”

dan dari kesempurnaan taubat yang berkaitan dengan hak muslim yang lain adalah mengembalikan hak orang yang didhalimi, atau meminta dihalalkan dari orang yang didhalimi, sebagaimana sabda nabi :

Barangsiapa yang pernah berlaku dhalim terhadap saudaranya maka hendaknya ia minta dihalalkan sekarang, sebelum datangnya hari yang tidak berlaku dinar dan dirham, jika ada padanya amalan shalih maka diambil amalan kebaikannya sesuai kedhaliman yang ia lakukan, apabila tidak ada amalan kebaikan padanya, maka akan diambil kejelekan saudaranya dan diberikan padanya. (HR Bukhari)

Dan hadits yang berkaitan dengan ini sangatlah banyak.

_______________________________

(fatawa al muhimmah li umumil ummah. Syaikh abdul aziz bin baz dan
syaikh muhammad bin shalih al utsaimin)

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Februari 2011 in Fatwa Ulama

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: