RSS

WASPADA: AJARAN KOS (KRISTEN ORTODOK SYIRIA) & JANGAN TERTIPU DENGAN PAKAIAN, CARA BERIBADAH, SIMBOL-SIMBOL, YANG MIRIP DENGAN ISLAM

10 Mar

 

KOS1t

KOS ( Krisen Ortodoks Syiria ) merupakan salah satu sekte aliran kristen yang ajarannya sangat persis dengan Islam dari cara berpakaiannya yang memakai peci/kopiah, baju koko, sajadah dan juga jilbab. Terlebih lagi dalam cara beribadahnya, ajaran ini mengenal sholat dengan 7 waktu, yaitu:

  • Sa’atul awwal (shubuh),
  • Sa’atuts tsalis (dhuha),
  • Sa’atus sadis (Zhuhur),
  • Sa’atut tis’ah (ashar),
  • Sa’atul ghurub (maghrib),
  • Sa’atun naum (Isya’),
  • dan Sa’atul layl (tengah malam/tahajud).

Selain shalat, KOS juga memiliki pokok-pokok syari’at yang mirip dengan Islam, seperti:

1. KOS berpuasa 40 hari yang disebut shaumil kabir yang mirip puasa ramadhan

2. KOS memiliki puasa sunnah di hari Rabu dan Jum’at yang mirip dg Puasa Sunnah senin dan kamis

3. KOS mewajibkan jama’ahnya berzakat 10% dari penghasilan kotor (bruto)

4. Kalangan perempuan KOS juga diwajibkan mengenakan Jilbab & jubah yang menutup aurat hingga mata kaki

5. Pengajian KOS juga menggunakan tikar/karpet (lesehan), layaknya umat Islam mengadakan pengajian

6. Mengadakan acara Musabaqoh Tilawatil Injil dengan menggunakan Alkitab berbahasa Arab

7. Mengadakan acara rawi dan shalawatan ala KOS mirip apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslim

8. Mengadakan acara Nasyid, bahkan sekarang sudah ada Nasyid “Amin Albarokah“ & Qasidah Kristen (dengan lirik yang mengandung ajaran Kristen berbahasa Arab)

Meski terlihat sangat santun dan membiasakan berbahasa Arab (Ana, Antum, Syukron, dsb), tetapi mereka tetaplah Kristen. Kitab suci mereka tetap saja Alkitab, dan mereka tetap menuhankan Yesus dalam Trinitas. Hanya metodologi da’wah yang menyerupai umat Islam karena KOS berasal dari Syria. KOS tidak memakai 12 syahadat Iman Rasuli umat Kristen, sebagai gantinya mereka memakai ”Qanun al-Iman al-Muqaddas”. Penggunaan istilah islam sangat sering dijumpai, seperti ”Sayyidina Isa Almasih” untuk penyebutan Yesus. Mereka juga memakai Injil berbahasa Arab (Alkitab AlMuqaddas).

Meskipun ajaran KOS dg ajaran Islam sangat mirip dalam pelaksanaannya, akan tetapi KOS dan Islam sangat jauh berbeda dari segi Tauhid atau keyakinan. Prinsip ajaran KOS masih berputar sekitar masalah trinitas, yaitu mengakui adanya Tuhan bapak, Tuhan anak dan Ruh kudus. Dan juga Yesus peranakan Maria, memiliki sifat insaniyah (sifat seperti manusia): tidak tahu musim, (Mar 11: 13), lemah (Yoh 5:30), takut (Mat 26:37), bersedih (Mat 26:38), menangis (Yoh 11:35), tidur (Mat 8:24), lapar (Mat 4:2), haus (Yoh 19:28),dsb.

Perbedaan Prinsip ajaran Islam dengan KOS (Kristen Ortodoks Syiria):

Tauhid yang diajarkan Islam bertentangan dengan KOS. Islam menolak ketuhanan Yesus (Qs. Al Maaidah 72), sedangkan KOS mengakui Yesus sebagai Tuhan.

Islam berkeyakinan bahwa Tuhan itu tidak punya Ayah dan Ibu (Qs. Al Ikhlash 3), sedangkan KOS memiliki keyakinan , yaitu mengakui adanya Tuhan bapak, tuhan anak dan Ruh Kudus. Dan bahwa Maria adalah Walidatul ilah (Ibu Tuhan).

Islam memegang teguh kesucian nama dan sifat Allah: Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, Allah Maha Mengetahui, Maha Kuat, Mha Melihat, Tidak tidur dan tidak serupa dg makhluk-Nya,dsb.. (sangat banyak ayat Al-Qur’an yg menyatakan sifat-sifat Agung bagi Allah) sementara KOS tidak kuasa membendung kekurangan-kekurangan dalam sifat kemanusiaan Yesus yang tertulis dalam Alkitab.

Walaupun jika ditinjau dari tauhid dan keyakinan, kita dapat mengetahui kalau KOS bukanlah ajaran Islam tapi ajaran ini sangat harus kita waspadai karena tampak luarnya dia mirip dengan seorang Islam yang memakai peci baju koko, berjilbab serta puasa dan shalat dan juga nasyid berbahasa Arab tetapi mengandung ajaran kristen dan mengangungkan yesus yang mereka anggap sebagai tuhan.

_______________

Sumber;

http://phonegalery.blogspot.com/2011/02/no-sara-ajaran-kos-kristen-ortodok.html

http://ypsrandy.blogspot.com/

 

KHASANAH ORTODOKS SYRIA [Kristen Ortodoks Syria Dimata Pengikutnya]

Henney Sumali, SH (37)

Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya [1988] ini Ketua KOS Surabaya. pria dibesarkan dari lingkungan keluarga Kristen-Protestan ini mengaku, tertarik dengan KOS baru setahun lalu [1998]. Berikut kisahnya:

Sejak kecil saya hidup dalam keluarga penganut Kristen-Protestan yang taat. Namun, saya masih ingin mengembarakan naluri beragama saya itu. Hanya satu yang saya tuju, mencari kepastian dalam menuju keselamatan hidup dunia-akhirat. Bertahun-tahun lamanya, tapi belum juga ditemukan kecocokan. Hingga kuliah, belum juga ketemu.

Pada suatu ketika dalam suatu pertemuan di Surabaya, tepatnya Mei 1998, saya bertemu dengan Mas Bambang Noorsena, SH. Dari perbincangan dengan Mas Bambang itu, kemudian berlanjut dengan saya datang ke rumahnya, di kawasan Jalan Supriadi di Malang. Dari situlah terjadi dialog teologi. Mas Bambang banyak cerita tentang Kanisah Ortodoks Syria (KOS) dan pengalaman spiritualnya sebelum (Bambang sebelumnya penganut Kristen-Protestan) dan sesudah mempelajari KOS di Timur Tengah.

Dari situ, saya menjadi tertarik. Karena menurut saya, sekalipun Kristen-Protestan yang selama ini saya peluk merupakan rumpun agama samawi, namun belum saya temukan kepastian iman. Tapi, di KOS saya seakan menjadi terbuka dan menemukan ikhwal kepastian dalam menuju kehidupan dunia akhirat. Saya juga menemukan hakikat iman yang selama ini saya cari. Bahwa Isa al-Masih &emdash;yang menurut pemeluk Kristen-Protestan disebut Yesus adalah anak Tuhan&emdash; dihadirkan ke dunia, menurut KOS dipahami sebagai Nuzul Tuhan (penyampai firman Tuhan). Tuhan itu Esa. Tidak sama atau tidak bisa disamakan dengan makhluk. Karena kalau Tuhan sama dengan makhluk. Berarti bisa fana (binasa). Saya memahami Isa al-Masih itu, tidak berbeda halnya dengan Nabi Muhammad dalam Islam. Muhammad dihadirkan ke dunia sebagai penyampai firman Tuhan.

Saya tidak beragama Islam. Tapi, saya menemukan “islam” dalam KOS. Bahwa, apa yang saya yakini dan lakukan sehari-hari sebetulnya sudah inheren dengan “islam” (KOS memakai nama islam dengan huruf “i” kecil, sebab kalau “I” besar itu identik dengan “Dienul Islam” yang dibawa Nabi Muhammad saw). Karena hakikat “islam,” dalam KOS, artinya: berserah diri pada Allah. Jadi, apa yang saya jalani ini tidak lepas dari tuntutan.

Joko, peserta pengajian KOS Jakarta

Lelaki yang dulunya hidup dalam keluarga beragama Islam ini sempat tiga kali pindah agama, terakhir tertarik dengan KOS. Berikut kisahnya:

Pada awalnya, saya seringkali mengikuti pengajian Mas Bambang Noorsena secara rutin sebulan sekali di Hotel Sahid, Jakarta. Saya bersama sekitar 400-an orang ikut pengajian Mas Bambang. Menurut perkiraan saya, jamaah pengajian itu sekitar 60% pesertanya dari kalangan Islam. Seperti biasa, setiapkali pengajian terlebih dulu diawali dengan shalat naum (mirip shalat maghrib, karena dilakukan selepas maghrib). Usai shalat, dilanjutkan dengan Tilawatil Injil dan disambung dengan ceramah yang disampaikan Mas Bambang. Sebelum berakhir, juga diselingi tanya-jawab.

Sebelum menjadi peserta kajian KOS ini, saya sudah tiga kali pindah agama. Sewaktu saya masih kecil, kedua orangtua saya beragama Islam. Tapi, ketika saya berusia 7 tahun, ibu saya pindah ke agama Katholik. Bapak masih bertahan dengan agama Islam. Jadi ketika itu, saya juga sering diajak ibu pergi ke gereja, juga sering diajak bapak ke musalla/langgar. Saya juga diajari shalat dan puasa oleh bapak. Kehidupan beragama di lingkungan keluarga memang tampak demokratis. Tapi, dari situ, saya kemudian agnostik, percaya pada Tuhan tapi untuk sementara waktu menunda kepercayaannya. Hal itu berjalan sampai saya kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Kehidupan agnostic ini berangsur berkurang setelah saya aktif mengikuti mengikuti dialog theologi yang diselenggarakan Yayasan Paramadina di Hotel Regent, Jakarta. Dari situ pula, saya kemudian berkenalan dengan pengajian KOS yang diasuh Mas Bambang. Hingga kemudian tertarik.

Tito Pontoh, peserta pengajian KOS di Jakarta

Lelaki alumni Universitas Krisna Dwipayana Jakarta ini mengaku, lahir dari keluarga yang bermacam-macam agama. Tapi, pihak keluarganya, katanya, cukup memberikan toleransi pada keluarga lainnya yang berbeda agama. Berikut kisahnya:

Sebelum tertarik dengan KOS, saya pemeluk Kristen-Protestan yang taat. Karena lingkungan keluarga yang cukup memberi toleransi pada keluarga yang berbeda agama itu, saya juga berusaha belajar lain-lain agama. Nah, kemudian saya menjadi tertarik dengan KOS. Karena missi dan tujuannya, setelah saya pelajari ternyata baik sekali.

Bagi saya, KOS merupakan jembatan bagi pemeluk Islam dan Kristen di Indonesia yang selama ini acapkali tegang dan disalahpahami di antara keduanya. Berbagai kegiatan KOS yang saya ketahui, ia melakukan dialog terbuka, duduk sebangku dan semeja antara pemeluk Kristen dan Islam. Dari situ, saya menilai KOS cukup positif.

Hal lain yang membuat saya tertarik dengan KOS, menurut saya, KOS ini seperti tasawuf dalam Islam, kurang lebih begitu. Karena disini ‘kan ada mistik-mistiknya. Sedang di Protestan murni logika. KOS selain logis, juga membiarkan unsur-unsur tasawufnya hilang begitu saja. Dari situlah saya menjadi tertarik dengan KOS.

Tulisan : Bambang Noorsena pada Majalah Indonesia Maret 1998

Sumber: http://islamic.xtgem.com/ibnuisafiles/tsa/ortodok/kos03.htm

lambang KOS:
buku shalat KOS:
Sedang membaca Injil

Yang wanita berjilbab pula….!

Sumber: alqiyamah.wordpress.com

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Maret 2011 in Peringatan

 

Tag: ,

10 responses to “WASPADA: AJARAN KOS (KRISTEN ORTODOK SYIRIA) & JANGAN TERTIPU DENGAN PAKAIAN, CARA BERIBADAH, SIMBOL-SIMBOL, YANG MIRIP DENGAN ISLAM

  1. Hamba Allah Dlm FirmanNya

    6 Juni 2011 at 11:18 am

    hhmmmm, Waspada !!!!.

    Umat Muslim Di Indonesia Memang Sangat – Sangat Tidak Mengetahui Tentang Nasrani selain hanya pengetahuan mengenai tuduhan2 palsu dan diajarkan oleh para kyai, ustadz mereka.

    Garis besarnya aja.: Nasrani Itu ada 2 kelompok besar, yaitu Ritus Barat Dan Ritus Timur.
    Yang Ada di Indonesia Ini Adalah Ritus Barat yaitu Katholik Roma Dan Protestan.
    Namun Katholik Roma Masih Memegang Ajaran Rasuli yang di sesuaikan dengan kebudayaan Barat.
    Sedangkan yang Ritus Timur seperti Othodox, Katholik Orthodox mereka masih menggunakan cara asli wilayah timur.

    Mengenai Sikap Shalat ( Berdiri, Ruku, Sujud ), bukan hanya nasrani ritus timur yang punya, yahudi juga melakukan shalat, Bahkan Agama Dari Cina Seperti Khonghucu, Agama Asli Bangsa Korea, Jepang, dan semua yang ada di wilayah Timur, melakukan cara sembahyang ( shalat ) yang sama, mereka juga ada berdiri, membungkuk dan sujud.
    Agama khonghucu sdh ada di indonesia, silahkan di cek ke mreka mengenai sikap dalam sembahyang mereka bagaimana ?.
    Jadi mengenai sikap dalam sholat, itu bukan cuma punya islam, jauh puluhan ribu tahun sebelumnya sudah di gunakan oleh bangsa2 wilayah timur.
    cara membaca doa atau ayat kitab juga di lantunkan. kesimpulannya itu adalah cara orang2 Timur menyembah Tuhannya.

    Mengenai KOS, itu adalah bagian dari Ritus Timur ( Orthodox Syria ), dan mereka sudah ada sebelum islam. cara shalat / zelota mereka mengikuti Yahudi namun di sesuaikan dengan iman nasrani.
    Mengenai Puasa, memang sudah ada dari pertama seblm ada islam. silahkan anda bisa tanya orang katholik roma, sebelum paskah memang ada puasa 40 hari, dan itu sudah dari jaman murid jesus.
    zakat, juga sudah ada dan dilakukan dari jaman dulu berdasarkan taurat musa ( perjanjian lama ).

    ada baiknya kalian pelajari dulu sejarah dunia yg berkaitan dengan agama, jgn cuma ikut2-an katanya guru agama kalian.

    thanks

     
  2. pontrenalitisham

    7 Juni 2011 at 1:12 pm

    Ibadah sholat, puasa, do’a memang sudah disyariatkan pada kitab-kitab Nabi-nabi yang terdahulu dengan bentuk dan cara yang berbeda-beda.
    Dan Nabi Muhammad SAW diturunkan Allah dengan wahyu al-Qur’an sebagai penyempurnaan kitab-kitab nabi yang sebelumnya.
    Kewajiban Umat Islam adalah mengikuti Nabi Muhammad SAW sebagai nabi penutup dan penyempurna nabi & rasul yang terdahulu.
    Siapa yang tidak mau mengikuti Rasul Muhammad SAW dia adalah “Kafir”.
    Mau ibadah sholat,puasa, zakat,do’a ya harus pakai cara beibadahnya Nabi Muhammad SAW,bukan dg cara nabi2 terdahulu atau selainnya, kalau ingin ibadahnya diterima Allah Ta’ala.
    Jangan mudah tertipu hal-hal yang mirip ajaran Islam pelajarilah dengan dalil-dalil al Qur’an dan Hadits shahih dan perkataan sahabat Nabi

     
  3. Banyak hal TERBOLAK BALIK

    22 Juni 2011 at 8:37 pm

    Sederhana saja . . . adakah sesuatu mirip dengan sesuatu yang belum ada?
    Dikatakan mirip sebenarnya berarti sesuatu itu mirip dengan sesuatu yang sudah ada sebelum nya . . . it’s clear and simple !

     
    • andi

      7 Agustus 2011 at 11:14 pm

      Reka Ulangnya begini:
      1. Tuhan para nabi Itu Sama (Allah)
      2. Agama/Keyakinan/Iman para Nabi itu sama (Tauhid/Monotheis/Islam)
      3. Tetapi cara Ibadah mereka berbeda sesuai dengan kitab/wahyu yang diberikan kepada mereka.

      Maka ringkasnya secara umum, Cara ibadah mereka banyak yang sama (misal Sujud, dzikir, berkorban, sedekah, puasa, berbakti dg Ortu, makanan halal/haram, dll) tetapi juga ada yang berbeda sesuai dgn update dari kitabnya. Ada jenis ibadah yang ditiadakan, dimodifikasi, juga ada yang baru sama sekali.(Buat yg muslim lihat kisah Isra’ mi’raj).

      Cara ibadah Yahudi diupdate dgn cara Nasrani, kemudian cara Nasrani diupdate dgn cara Islam. Bisa dibilang Kristen Orthodok ini memang menyimpang tetapi masih lebih mendekati kristen aslinya dari pada kristen kebanyakan saat ini. Bandingkanlah cara Ibadah umat Yahudi, Kristen Orthodok, dan Islam itu mirip. Yang jauh menyimpang Katolik, Protestan dan derivasinya.

      Dan Allah yang lebih tahu kebenarannya.

       
  4. tomodachi

    2 September 2011 at 8:17 pm

    kayaknya ibadah sholat adalah tradisi ortodox syria sekitar 300-400 masehi deh, sebelum adanya islam (600an masehi).

     
  5. Fitri Sulaiman

    17 Desember 2011 at 7:08 pm

    paling tidak kita tau…ada yg seperti ini

     
  6. xlon wegg

    19 Oktober 2012 at 12:56 pm

    Bodohnya orang yg memegang KOS ini. Islam lah yang paling benar diantara semua. Biarkan saja saat ini mereka memilih agama mana, tetapi diakhirat mereka akan tahu jawabanya:)

     
  7. Suro Kendho

    6 Desember 2012 at 10:15 pm

    Iya, situ memang yang paling benar. Kalau mereka masih nggak percaya juga, ya sudah, biarkan saja. Biar mereka terima nanti di akhirat. ‘Kan enak begitu, jadi sekarang biarkan saja pada memilih kepercayannya masing-masing. Bener ‘kan? Jadi enak semuanya, nggak ada yang perlu diperdebatkan.

     
  8. Masry Konstantin.

    7 Januari 2013 at 4:07 pm

    KOS adalah agama kristen ortodok yang tertua di Syiria, jauh sebelum agama islam hadir, ibadat kristen arab pada umumnya hampir sama, saudara-saudara yg beragama islam jangan kawatir toh Yesus hadir kedunia ini berpaut 600 tahun dengan kehadiran Muhamad, Yesus bertanya kepada para rasulNya ” menurut kamu siapakah Aku ini ” ke 12 rasul memberi jawaban berbeda, ada yang menjawab, Nabi, Mesias, yang di urapi dll, tetapi rasul Petrus menjawab : Engkaulah Anak ALLAH yg hidup? Anak ALLAH bukan berarti secara jasmani anak Tuhan, tetapi sebuah gelar Anak ALLAH adlah yg paling dekat dengan ALLAH, yang paling mulia dunia dan akhirat karena Yesus berasal dari ALLAH, sehingga hanya YESUSlah jalan menuju surga. sabda Yesus : setelah aku akan datang nabi palsu, hati-hatilah kepada nabi palsu. mengapa Yesus mewanti-wanti umatNya? karena Dia sudah mengetahui apa yg akan terjadi kedepan. sekarang tergantung pembaca mana yg mau di ikuti ?

     
  9. UNKNOWN

    29 April 2014 at 12:38 am

    menurut kalian agama mana yang paling baik?
    menurut saya agama yang paling baik adalah agama yang mendekatkan kita kepada Tuhan dan bisa saling membawa damai, bukanlah kerusuhan dan percekcokan, dan juga bisa memahami satu sama lain…

    hai kamu yang masih memikirkan agamamu manusia!
    janganlah kalian seperti ini! kalian ini manusia, kita ini manusia sudah selayak dan sepantasnya kita melihat bahwa kita semua ini sama dan tak ada perbedaan!

    sebenarnya yang membuat kita berbeda adalah AGAMA!!!!
    ada kristen, muslim, hindu, buddha, konghuchu,dll…. tapi kita lihat sisi positifnya dan jangan ambil negatifnya kita di ciptakan untuk saling mencintai dan saling mengasihi itu lah yang ingin di sampaikan Tuhan kepada kita. seperti diciptakannya perempuan untuk di kasihi! “BUKAN UNTUK DI PERMAINKAN!!!” dan di ciptakannya laki-laki untuk melindungi!

    contoh simpel : kita di ciptakan sepasang laki-laki dan perempuan 1 adam “laki-laki” dan 1 hawa “perempuan” yang artinya kita di berikan sepang dan artinya Tuhan itu mau kita manusia unntuk menyadari bahwa kita di dunia ini haruslah adil dalam artian “janganlah kamu hidup dengan NAFSUMU! jagalah dan rawatlah hai para pria pasangan yang sudah di berikannya kepadamu dan wahai wanita janganlah kamu khawatir tentang hari esok percayakanlah apa yang sudah di berikan Tuhan kepadamu dan jagalah baik baik!”

    karena ketika nafsu daging secara dunia sudah berbicara semua hal buruk bisa saja terjadi di luar kendali “negatif” tapi bila kita melihat bahwa kebersamaan itu lebih indah tanpa memandang (Status, agama, adat, dll…) hidup akan menjadi indah… karena kebersamaan dan kasih bisa membawa kita kedalam perdamaian. tapi bila kita sering berdebat tentang siapa itu Allah dan Siapa itu Yesus? maka kalian sama saja masih mempertanyakan “ALLAH ITU ADA ATAU TIDAK!!!” secara tidak sadar anda sudah meragukan hal yang anda yakini. tapi itu lah manusia tak pernah berfikir secara rohani selalu berfikir secara nalar/ otak (bukan berarti saya mau mengejudge anda dan keyakinan anda) tapi cobalah gali lebih dalam lagi apa yang di inginkan Allah? gunakan Roh kebijakan, dan roh kebijaksanaan anda jangan gunakan akal fikir anda sendiri dan cobalah sesekali anda merenungkan di dalamkamar (dalam keadaan sepi dan terkunci rapat) tanyalah kepadaNYA secara langsung DIA pasti mendengarkanmu…

    Allah itu penyayang, pengasih, pengampun bukan? cobalah anda lihat lebih dalam lagi kedalam diri anda sekalian wahai bapak ibu yang saya hormati disini, padasaat ini , sekarang di tempat!
    “apakah saya sudah mengasihi sesamaku, dan terutama mengasihi Allah? (bukan berarti kita membela secara fisik cth: demo tidak jelas ,dan menghajar orang tersebut ketika dia menghina Allah anda “berarti di dalam diri anda belum ada Allah yang berotoritas sepenuhnya dalam hidup anda”)” memang manusia tidak sempurna betul? tapi itulah yang Allah inginkan layaknya hidup menjadi manusia ini seperti puzzel yang terpisan dan haruns di pasang untuk melengkapi kekurangan satu sama lain agar menjadi gambaran/ ciptaan Allah yang sempurna…

    jadi pada intinya sebenarnya kita ini satu kesatuan di dalam Allah tapi yang membuat kita menjadi jurang perbeda adalah AGAMA! padahal yang membuat agama itu adalah manusia sendiri pada awalnya dan saya sangat MENYESALINYA! tapi saya sadar bahwa kita semua sama baik kristen, muslim, buddha, dll… Allah hanya mau satu “HAL” kita sebagai umat manusia: SALING MENGASIHI jasi kalau ada yang bilang “AGAMAKU LEBIH BAIK DARI AGAMAMU! dan saling menghakimi satu sama lain!” saya ingin bilang bahwa anda sekarang sudah makin jauh dari apa yang Tuhan harapkan selama ini!!!!

    jadi semoga bapak ibu di sini mengerti dan memahami pesan Tuhan pada hari ini Salam Indonesia!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: