RSS

Download Audio: “Hukum Mengucapkan Selamat Natal, Bantahan Ilmiah Terhadap Fatwa DR.Yusuf Qardhawi – Ustadz Abu Zubair Al-Hawaary, Lc”

Berikut kami sampaikan rekaman kajian ilmiah, sebuah bantahan ilmiah tentang fatawaDR.Yusuf Qardhawi tentang bolehnya seorang muslim mengucapkan selamat natal kepada orang kafir. dan dari fatwa ini banyak kaum muslimin terkhusus aktifis-aktifis muslim yang mengucapkan “selamat natal” kepada kaum kafir bahkan melibatkan diri dalam perayaan natal tersebut. dengan dalil toleransi beragama.

Selengkapnya simak kajian yang di sampaikan oleh Ustadz Abuz Zubeir al-Hawaary, Lc. dengan tema ” Larangan Mengucapkan Selamat Natal Kepada Orang Kafir “.

Silakan download semoga bermanfaat:

 

atau download dalam format mp3.zip Disini

 
Leave a comment

Posted by pada 26 Desember 2011 in Audio

 

Kaitkata: ,

Foto Dokumenter Syaikh al-Albani rahimahullah

Syaikh Muhammad Nashiruddun Al Albani rahimahullah seorang pakar hadist yang sangat terkenal diabad ini,seorang da’i yang sabar dalam menyebarkan ilmu dan berdakwah mengajak manusia kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafush shalih.
Belum lama ini beredar di negeri arab film dokumenter  jejak kehidupan Syaikh Albani.Sejumlah  gambar cuplikan dari film tersebut dipotong dan diedarkan di beberapa forum internet.Inilah gambar-gambar tersebut,mudah-mudahan  ada pelajaran yang bisa diambil bagi para tholabul ilmi dari kehidupan beliau yang tercermin dari gambar-gambar dibawah ini.
————————————————————————————————————————————————— 1.Dirumah inilah,Albani kecil tumbuh besar bersama kedua orangtua beliau…..
………………………………………………………………………………………………………………………………… 2.Di rumah inilah,Syaikh Albani tinggal bersama keluarganya setelah hijrah dari Albania… Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by pada 5 Desember 2011 in Kisah Nyata

 

Kaitkata: ,

Keteladanan Syaikh Bin Baz

Berikut tiga teladan Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Bazrahimahullah. Semoga kita bisa meneladaninya.
Semangat Mendapatkan Shaf Pertama
 Syeikh Ibnu Baz pernah menceritakan suatu hal yang menarik yang terjadi ketika beliau muda dan di awal-awal menuntut ilmu agama. Beliau sendiri menuturkan hal ini,

“Ada sebuah kejadian yang pernah kualami sendiri. Sampai hari ini aku masih terkesan dengan kejadian tersebut. Kejadian ini terjadi ketika aku masih muda. Aku tergolong orang yang selalu berada di shaf pertama dalam shalat berjamaah. Suatu ketika aku telat datang ke masjid disebabkan membaca beberapa buku yang membahas beberapa permasalahan penting sehingga melalaikan aku dari shalat. Karena terlambat aku tidak mendapatkan shaf pertama dan aku tertinggal beberapa rakaat. Yang menjadi imam masjid adalah hakim kota Riyadh yaitu Syeikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syeikh dan beliau adalah salah seorang guru tempatku untuk menimba ilmu. Setelah beliau salam, beliau melihatku masih mengerjakan shalat di ujung shaf karena tertinggal beberapa rakaat. Realita ini sangat mengesankan diri beliau.

Akhirnya beliau menyampaikan kultum. Salah satu poin yang beliau sampaikan adalah, “Sebagian orang sibuk dengan aktivitasnya sehingga menjadi makmum masbuk”.

Mendengar kalimat tersebut aku mengerti bahwa akulah yang beliau maksudkan. Sejak saat itu aku tidak pernah telat dalam shalat berjamaah. Inilah sebuah peristiwa yang tak akan pernah terlupa dalam hidupku”.

Sungguh kondisi kita dalam masalah terlambat shalat berjamaah sangat memprihatinkan. Sering kali hal ini terjadi pada orang-orang yang mengerti ilmu agama. Duh seandainya yang menyebabkan kita telat shalat berjamaah adalah kesibukan untuk mentelaah kitab-kitab para ulama dan mengkaji beberapa permasalahan yang penting.
Syeikh Ibnu Baz memiliki suatu yang diistilahkan oleh para ulama dengan ibadah waktu. Yaitu jika detik ini adalah waktu untuk melakukan suatu ibadah maka beliau akan melakukannya dan meninggalkan suatu aktivitas yang selainnya. Jika adzan terdengar maka beliau akan menghentikan semua aktivitas. Jika adzan terdengar ketika beliau berada di kantor beliau sebagai seorang mufti maka beliau hentikan semua kegiatan. Jika beliau sedang menyampaikan pengajian dan adzan terdengar maka pengajian pun beliau hentikan.
Saat beliau berada di kantor beliau sebagai seorang mufti lalu terdengar adzan maka beliau hentikan ativitas beliau. Jika saat muadzin selesai ada pegawai kantor yang datang dan mengatakan, “Wahai syeikh ada permasalahan demikian dan demikian”, niscaya beliau akan berkata, “Engkau tidak menirukan ucapan muadzin?! Engkau tidak mendengarkan adzan?! Engkau masih bekerja ketika ada suara adzan?!”.
Semangat dalam Menerapkan Sunnah
Pada suatu hari-meski kisah ini sebenarnya mengandung guyonan -sebuah gelas berisi jus disuguhkan kepada beliau. Beliau lantas meminumnya. Setelah beliau selesai minum sebuah gelas kedua pun disuguhkan kepada beliau. Beliau mengatakan, “Perutku sudah tidak muat”. Akan tetapi orang yang menyuguhkan terus mendesak beliau agar minum. Setelah gelas kedua beliau minum beliau mengatakan-dengan nada guyon-, “Tuangkan untuk yang ketiga”. Beliau ingin agar berakhir dengan bilangan ganjil.
Ketika beliau sakit yang mengantarkan beliau kepada kematian, jika pelayan beliau ingin memasangkan sepatu atau kaos kaki namun salah karena mendahulukan kaki kiri maka beliau menolak dan menjauhkan kaki beliau hingga pelayan tersebut memulai dengan kaki kanan.
Semangat untuk Memberi Nasehat
Ada seorang yang bercerita bahwa dia mengerjakan shalat di samping Syeikh Ibnu Baz. Setelah selesai shalat, beliau berkata kepada orang tersebut, “Kayaknya aku merasa engkau mendahului imam padahal ini adalah perbuatan yang membatalkan shalat. Tolong perhatikan besok-besok jangan mendahului imam”.
Ada juga orang yang bercerita bahwa dia telah mengerjakan shalat di samping Syeikh Ibnu Baz. Ketika itu beliau sedang mengerjakan shalat tahiyatul masjid sedangkan dia sudah mengerjakan tahiyatul masjid sebelum beliau. Saat beliau shalat aku duduk membaca al Qur’an dengan suara yang keras. Setelah beliau salam, beliau berkata kepada orang tersebut, “Maa sya Allah, bacaanmu bagus. Apakah kau hafal al Qur’an?”. Jawaban orang tersebut, “Aku tidak hafal al Qur’an”.
Beliau berkata, “Tidak pantas bagi orang semisalmu jika tidak hafal al Qur’an. Hafalkanlah al Qur’an, wahai anaku!”.
Orang tersebut berkata, “Sejak saat itu aku mulai menghafal al Qur’an sehingga akhirnya hafalan tersebut bisa aku selesaikan. Beliau mendoakanku. Bahkan dalam waktu yang cukup lama beliau mendoakanku agar menjadi penghafal al Qur’an. Di antara doa beliau untukku adalah, ‘Ya allah, fahamkanlah dia tentang agama dan ajarilah dia tafsir al Qur’an”.
Demikianlah sebuah nasehat ringan bisa sangat berkesan dalam hati orang yang dinasehati. Sebab itu, jangan merasa berat untuk berbagi nasehat
[Diolah dari Ma’alim Tarbawiyyah min Sirah al Imam Abdul Aziz bin Baz karya Muhammad ad Duhaim hal 8-10]
*****************************************************
Dikutip dari: ustadzaris.com
 
Leave a comment

Posted by pada 5 Desember 2011 in Al-Ilmu

 

Kaitkata: ,

DOWNLOAD Kumpulan Video Anak Shaleh

Bismillah

Silahkan Yang mau download kumpulan Video anak Shaleh

akan menambah Kebanggaan kita Apabila Melihat Videonya

Bagaimana kita melihat anak anak yg sudah pandai membaca Al-Qur’an dan Menghafalkanya.

List Video:

1. A 3 years old daughter has memorized the Quran from Azerbaijan.mp4
6.22 MB Download

2. A Child (Aathif) Recites The Quran.mp4
8.86 MB Download

3. A Young Child Surat Qaf 4.mp4
4.55 MB Download

4. Anak Kecil Jadi Imam Shalat 1.mp4
25.76 MB Download

5. Anak Kecil Jadi Imam Shalat 2.mp4
13.75 MB Download

6. Anak Kecil Jadi Imam Shalat 3.mp4
10.2 MB Download

7. Beautiful Quran Recitation By a Young Qari.mp4
13.51 MB Download

8. Hasan bin Abdullah Al Awad Reciting Quran.mp4
10.79 MB Download

9.Mahmud Hijazi – Duaa.mp4
22.87 MB Download

10. Mahmud Hijazi – Reciting Quran Karim.mp4
12.08 MB Download

11. Muslim Child Crying After Memorizing Quran.mp4
7.14 MB Download

12. Nasehat Untuk Wanita (Arabic).mp4
17.52 MB Download

13. Quran Recitation Syaikh Qari M Ayyub Asif 11 Years Old.mp4
16.06 MB Download

14. Quran Recitation.mp4
8.38 MB Download

15. Surat Ahzab – Ahmad Saud.mp4
25.69 MB Download

16. Surat Alqiyyama – by Said Moslim – Egypt.mp4
8.25 MB Download

Sumber Linkislamika.situsdownload.com

Publishartikelassunnah.blogspot.com

 
1 Comment

Posted by pada 29 November 2011 in Video

 

Kaitkata: ,

Kisah Sufyan Ats-Tsauri dalam Menuntut Ilmu

Sejarawan dan ahli nasab, Ibnu Sa’ad, berkata di dalam kitabnya Ath-Thabaqatul Kubra,VI: 372, saat membicarakan Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah (lahir tahun 97 H, dan wafat tahun 161 H), “Sufyan Ats-Tsauri bersembunyi dari Khalifah Abbasiyyah Al-Mahdi karena suatu kalimat kebenaran yang ia katakan, dan membuat Al-Mahdi marah. Al-Mahdi mencarinya untuk menghukumnya. Maka, Sufyan Ats-Tsauri bersembunyi di Mekah dan tidak muncul di hadapan khalayak. Pada waktu itu, ia mengalami kemiskinan dan kesulitan hidup yang sangat berat. Saat ia dalam keadaan miskin dan sulit ini, saudara perempuannya mengirimkan sekantong khusykananaj kepadanya dari Kuffah melalui kawannya, Abu Syihab Al-Hannath.

Abu Syihab Al-Hannath pun tiba di Mekah. Saat ia bertanya tentang Sufyan, maka ditunjukkan kepadanya, bahwa boleh jadi Sufyan sedang duduk di balik Ka’bah setelah pintu Al-Hannathin. Abu Syihab berkata, “Aku pun pergi ke tempat yang di maksud, Sufyan adalah kawanku. Aku melihatnya tengah terlentang, lalu aku memberinya salam. Namun, tidak bertanya apapun seperti biasanya, dan tidak menjawab salamku. Aku berkata padanya, “Sesungguhnya saudara perempuanmu mengirimkan satu kantong kue dan khusykannaj untukmu.“ Ia berkata, “Bawa sini cepat.” Lalu ia pun duduk.

Aku berkata, “ Wahai Abu Abdillah, aku datang kepadamu, tetapi kamu tidak menjawabnya. Namun, ketika aku katakana kepadamu bahwa aku membawa sekantong kue yang tidak seberapa harganya, maka kamu segera duduk dan berbicara kepadaku.”

Ia menjawab, “Wahai Abu Syihab, jangan menyalahkanku sudah tiga hari ini aku tidak makan apa-apa.” Abu Syihab pun berkata, “Ya,aku memakluminya.”

Sumber: Dahsyatnya Kesabaran Para Ulama, Syaikh Abdul Fatah,  Zam-Zam Mata Air Ilmu, 2008
Judul asli: Shafahat min Shabril ‘Ulama’, Syaikh Abdul Fatah, Maktab Al-Mathbu’at Al-Islamiyyah cet. 1394 H./1974 M.

Artikel www.KisahMuslim.com

 
Leave a comment

Posted by pada 11 November 2011 in Kisah Nyata

 

WASIAT AL IMAM AL KHATIB AL BAGHDADI KEPADA PARA PENUNTUT ILMU

WASIAT AL IMAM AL KHATIB AL BAGHDADI KEPADA PARA PENUNTUT ILMU

Saya berwasiat kepadamu wahai penuntut ilmu, agar selalu mengikhlaskan  niat dalam menuntut ilmu, dan bersungguh-sungguh mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Karena ilmu itu ibarat pohon, sedang amal adalah buahnya. Seseorang belum dianggap berilmu selama belum mengamalkan ilmunya.

-          Janganlah kamu melakukan suatu amal selama kamu belum mengetahui ilmunya. Begitu pula jangan pernah mempelajari suatu ilmu selama kamu masih meninggalkan amal. Gabungkanlah diantara keduanya meskipun hanya sedikit bagian yang kamu peroleh

-         Ilmu dimaksudkan untuk diamalkan. Sebagaimana amal dimaksudkan untuk keselamatan. Maka jika amalan lebih sedikit dari ilmu yang dipelajarinya maka ilmu tersebut akan menjadi beban bagi orang yang berilmu.

-         Semoga Allah Subhanahu wataala melindungi kami dari ilmu yang berbalik menjadi bebab sehingga mewariskan kehinaan, dan melindungi kami pula dari ilmu yang membuat leher pemiliknya terbelenggu.

-         Seorang ahli hikmah berkata : “ ilmu adalah pelayan amal niscaya ilmu tidak akan dicari dan kalau saja bukan karena ilmu, amal tidak akan diminta  pertanggungjawabannya. Saya lebih suka suatu kebenaran tidak diketahui daripada saya membiarkannya  tidak diamalkan.”

-         Sahl bin Muzahim berkata : “ Perkara ( ilmu dan amalan ini ) lebih sulit bagi seorang alim dari menghitung bilangan sembilan puluh dengan jari tangan karena orang jahil tidak akan diterima udzur kebodohannya. Tetapi  alim akan menerima siksaan teramat pedih, jika ia membiarkan ilmunya tidak diamalkan.

-         Asy Syeikh (penulis) berkata : “ Tidaklah para Salafush Shalih memperoleh derajat yang tinggi kecuali dengan niat ikhlas, amal shalih dan kezuhudan yang tegar dari kenikmatan dunia yang menyilaukan mata.”

-         Dan tidaklah orang bijak ( terdahulu ) memperoleh kebahagiaan yang agung kecuali dengan bekerja keras, ridha dengan apa yang ia peroleh, dan menyedahkan harta yang melebihi kebutuhannya kepada orang yang membutuhkannya.

-         Perumpamaan orang yang mengumpulkan buku-buku ilmu seperti orang yang mengumpulkan emas dan perak. Orang yang rakus terhadap buku-buku ilmu tersebut seperti orang yang tamak dan loba terhadap emas dan perak, orang tertambat hatinya dan mencintai buku-buku tersebut, bagaikan orang yang menumpuk emas dan perak. Sebagaimana harta hanya akan bermamfaat apabila diinfakkan, begitu pula ilmu hanya akan bermamfaat bila diamalkan dan dipelihara kewajiban-kewajibannya.


Abu Yusuf Al-Bazzar berkata,

Riyah Al-Qaisi menikahi seorang wanita, lalu ia membangun rumah tangga dengannya. Ketika pagi hari, wanita ini beranjak menuju adonannya.

Maka, Riyah berkata, “Seandainya Engkau mencari seorang wanita yang dapat mengerjakan pekerjaanmu ini….” Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 24 Oktober 2011 in Nasihat

 

Kaitkata: ,

Arisan Kurban

Pertanyaan, Assalamu ‘alaikum. Ustadz saya ada pertanyaan, di daerah sekitar kami ada arisan kurban. Biasanya, beberapa orang mengumpulkan uang beberapa ratus ribu untuk kemudian diundi. Pemenang undian berhak mendapatkan uang hasil itu untuk digunakan membeli hewan kurban. Bagaimana hukum kurban dengan cara semacam ini? Terima kasih.

Ariqa (ariqa_XXXXX@yahoo.com)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam…

Arisan Kurban

Mengadakan arisan dalam rangka berkurban masuk dalam pembahasan berhutang untuk kurban. Karena hakikat arisan adalah hutang. Sekelompok orang mengumpulkan sejumlah uang, kemudian diserahkan kepada yang berhak dengan cara diundi. Orang yang mendapatkan jatah giliran uang ini, hakikatnya dia telah berhutang kepada seluruh teman-temannya yang ikut arisan.

Mengenai hukum berkurban dengan berhutang, sebagian ulama ada yang menganjurkannya meskipun harus berhutang. Di antaranya adalah Imam Abu Hatim sebagaimana dinukil oleh Ibn Katsir dari Sufyan At Tsauri (Tafsir Ibn Katsir, surat Al Hajj:36). Sufyan al-Tsauri rahimahullahmengatakan: “Dulu Abu Hatim pernah berhutang untuk membeli unta kurban. Beliau ditanya: “Apakah kamu berhutang untuk membeli unta kurban?” beliau jawab: “Saya mendengar Allah berfirman:

لَكُمْ فِيهَا خَيْر

“Kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya (unta-unta kurban tersebut).” (Q.s. Al Hajj:36).

(Tafsir Ibn Katsir, surat Al Hajj: 36)

Demikian pula Imam Ahmad dalam masalah akikah. Beliau menyarankan agar berhutang demi menghidupkan sunnah aqiqah di hari ketujuh setelah kelahiran. Salah satu putra Imam Ahmad, yang bernama Salih, pernah bertanya kepada beliau, “Ada seseorang yang anaknya baru lahir, namun dia tidak memiliki dana untuk aqiqah. Manakah yang lebih baik menurut Ayah: berhutang untuk aqiqah, atau mengakhirkan aqiqahnya sampai dia memiliki kemudahan untuk melaksanakannya?”

Imam Ahmad menjawab,

أشد ما سمعنا في العقيقة حديث الحسن عن سمرة عنه عليه الصلاة والسلام: (كل غلام مرتهن بعقيقته) وإني لأرجو إن استقرض أن يعجل له الخلف لأنه أحيا سنة من سننه عليه الصلاة والسلام واتبع ما جاء عنه

“Hadits yang paling jelas yang pernah kami dengar mengenai permasalahan aqiqah adalah hadits yang berkaitan dengan al-Hasan dari Samurah radhiallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.’ Aku berharap, jika dia berhutang (untuk aqiqah), agar Allah segera menggantinya, karena dia menghidupkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengikuti ajaran yang beliau bawa.” (Tuhfatu-l Maudud, hlm. 64)

Sebagian ulama lain menyarankan untuk mendahulukan pelunasan hutang dari pada berkurban. Di antaranya adalah Syaikh Ibn Utsaimin dan ulama-ulama tim fatwa islamweb.net dibawah bimbingan Dr. Abdullah Al Faqih (Fatwa Syabakah Islamiyah no. 7198 dan 28826). Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan,  “Jika orang punya hutang maka selayaknya mendahulukan pelunasan hutangnya daripada berkurban.” (Syarhu-l Mumti’, 7/455).

Bahkan Beliau pernah ditanya tentang hukum orang yang tidak jadi kurban karena uangnya diserahkan kepada temannya yang sedang terlilit hutang, dan beliau jawab,  “Jika dihadapkan dua permasalahan antara berkurban atau melunasi hutang orang yang faqir maka lebih utama melunasi hutang tersebut, lebih-lebih jika orang yang sedang terlilit hutang tersebut adalah kerabat dekat.” (Majmu’ fatawa & Risalah Ibn Utsaimin, 18/144).

Sejatinya, pernyataan-pernyataan ulama di atas tidaklah saling bertentangan. Karena perbedaan ini didasari oleh perbedaan dalam memandang keadaan orang yang berhutang. Sikap ulama yang menyarankan untuk berhutang ketika kurban adalah untuk orang yang keadaanya mudah dalam melunasi hutang atau untuk hutang yang jatuh temponya masih panjang.

Sedangkan anjuran sebagian ulama untuk mendahulukan pelunasan hutang daripada kurban adalah untuk orang yang kesulitan melunasi hutang atau pemiliknya meminta agar segera dilunasi.

Dengan demikian, jika arisan kurban kita golongkan sebagai hutang yang jatuh temponya panjang atau hutang yang mudah dilunasi maka berkurban dengan arisan adalah satu hal yang baik. Wallahu a’lam..

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

Artikel www.KonsultasiSyariah.com dan dipublikasikan kembali oleh www.salafiyunpad.wordpress.com

 
Leave a comment

Posted by pada 15 Oktober 2011 in Tanya Jawab

 

Kaitkata:

Video Berbaktilah Sebelum Terlambat (SANGAT BAGUS)

Berikut adalah Muhadhoroh Ilmiyyah Islam bersama Al-Ustadz Ahmad Zainuddin, Lchafizhahullaah yang berjudul “Berbakti Sebelum Terlambat”, yang diselenggarakan oleh Forum Kajian Islam As-Sunnah (FKIA) di Jubail, Dammam Saudi Arabia.

Video 1

Untuk melihat video selanjutnya, silahkan klik di sini, karena video di atas terdiri dari 4 video. Antum juga bisa download format mp3 di sini. (via kajian.net)

Untuk mendownloadnya, silahkan baca panduan pada postingan sebelumnya di sini.

Sumber :

www.fkiajubail.blogspot.com

 

 
1 Comment

Posted by pada 7 Oktober 2011 in Video Kajian

 

Kaitkata: , , , ,

CARA MUDAH MENGHAFAL AL-QUR’AN

Pada edisi sebelumnya,  telah kami posting RUMUS PRAKTIS MUDAH MENGHAFAL AL QUR’ANmaupun bekal-bekal yang harus dipersiapkan oleh para penghafal Al Qur’an Al Karim. Sedangkan pada edisi kali ini, kami akan berikan penjelasan tentang CARA MUDAH MENGHAFAL AL QUR’AN yang ditulis oleh Syeikh Abdul Muhsin Al-Qasim. Beliau adalah Imam dan Khatib di Masjid Nabawi. Semoga Artikel kali ini bermanfaat dan dapat menambah semangat kaum Muslimin untuk dapat menyelesaikan hafalan Al Qur’an yang mulia. Selamat mencoba. [admin]

الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد ، وعلى آله وصحبه أجمعين

Berikut adalah metode untuk menghafal Al-Quran yang memiliki keistimewaan berupa kuatnya hafalan dan cepatnya proses penghafalan. Kami akan jelaskan metode ini dengan membawa contoh satu halaman dari surat Al-Jumu’ah:

1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali :

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali:

وَآَخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali:

ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

5. Bacalah keempat ayat ini dari awal sampai akhir sebanyak 20 kali untuk mengikat/menghubungkan keempat ayat tersebut

6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali:

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali:

قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali:

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

10. Bacalah ayat kelima sampai ayat kedelepan sebanyak 20 kali untuk mengikat/menghubungkan keempat ayat tersebut

11. Bacalah ayat pertama sampai ayat kedelepan sebanyak 20 kali untuk menguatkan/meng-itqankan hafalan untuk halaman ini

Demikianlah ikuti cara ini dalam menghafal setiap halaman Al-Qur’an. Dan janganlah menghafal lebih dari seperdelapan juz dalam setiap hari agar tidak berat bagi anda untuk menjaganya.

Bagaimana cara menggabungkan antara menambah hafalan dan muraja’ah?

Janganlah anda menghafal Al-Quran tanpa proses muraja’ah/pengulangan. Hal ini dikarenakan jika anda terus menerus menambah hafalan Al-Quran lembar demi lembar hingga selesai kemudian anda ingin untuk mengulang kembali hafalan anda dari awal maka hal itu akan berat dan anda dapati diri anda telah melupakan hafalan yang lalu. Oleh karena itu, jalan terbaik (untuk menghafal) adalah dengan menggabungkan antara menambah hafalan dan muraja’ah.

Bagilah Al-Quran menjadi 3 bagian dimana setiap bagian terdiri dari 10 juz. Jika anda menghafal satu halaman setiap hari, maka ulangilah 4 halaman sebelumnya sampai anda menghafal 10 juz. Jika anda telah mencapai 10 juz, maka berhentilah selama sebulan penuh untuk muraja’ah dengan cara mengulang-ngulang 8 halaman dalam setiap harinya.

Setelah sebulan penuh muraja’ah, maka mulailah kembali untuk menambah hafalan yang baru baik satu atau dua halaman setiap harinya tergantung kemampuan serta barengilah dengan muraja’ah sebanyak 8 halaman dalam sehari. Lakukan ini sampai anda menghafal 20 juz. Jika anda telah mencapainya, maka berhentilah dari menambah hafalan baru selama 2 bulan untuk mengulang 20 juz. Pengulangan ini dilakukan dengan mengulang 8 halaman setiap hari.

Setelah 2 bulan, mulailah kembali menambah hafalan setiap hari sebanyak satu sampai dua halaman dengan dibarengi muraja’ah/pengulangan 8 halaman sampai anda menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.

Jika anda telah selesai menghafal seluruh Al-Qur’an, ulangilah 10 juz pertama saja selama satu bulan dimana setiap hari setengah juz. Kemudian ulangilah 10 juz kedua selama satu bulan dimana setiap hari setengah juz bersamaan dengan itu ulangilah pula 8 halaman dari 10 juz pertama. Kemudian ulangilah 10 juz terakhir selama satu bulan dimana setiap hari setengah juz bersamaan dengan itu ulangilah pula 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

Bagaimana cara memuraja’ah/mengulang Al-Quran seluruhnya jika saya telah menyelesaikan system muraja’ah diatas?

Mulailah dengan memuraja’ah Al-Qur’an setiap hari sebanyak 2 juz. Ulangilah sebanyak 3 kali setiap hari hingga anda menyelesaikan Al-Qur’an setiap 2 minggu sekali. Dengan melakukan metode seperti ini selama satu tahun penuh, maka –insya Allah- anda akan dapat memiliki hafalan yang mutqin/kokoh.

Apa yang harus dilakukan setelah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dalam satu tahun?

- Setelah setahun mengokohkan hafalan Al-Qur’an dan muraja’ahnya, jadikanlah Al-Qur’an sebagai wirid harian anda sampai akhir hayat sebagaimana Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjadikannya sebagai wirid harian. Adalah wirid Rasulullah dengan membagi Al-Qur’an menjadi 7 bagian sehingga setiap 7 hari Al-Qur’an dapat dikhatamkan. Berkata Aus bin Hudzaifah رحمه الله: Aku bertanya pada sahabat-sahabat Rasulullah – صلى الله عليه وسلم – tentang bagaimana mereka membagi Al-Qur’an (untuk wirid harian). Mereka berkata: 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan dari surat Qaf sampai selesai. (HR. Ahmad). Yaitu maksudnya mereka membagi wirid Al-Quran sebagai berikut:

- Hari pertama: membaca surat “al fatihah” hingga akhir surat “an-nisa”,
- Hari kedua: dari surat “al maidah” hingga akhir surat “at-taubah”,
- Hari ketiga: dari surat “yunus” hingga akhir surat “an-nahl”,
- Hari keempat: dari surat “al isra” hingga akhir surat “al furqan”,
- Hari kelima: dari surat “asy syu’ara” hingga akhir surat “yaasin”,
- Hari keenam: dari surat “ash-shafat” hingga akhir surat “al hujurat”,
- Hari ketujuh: dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-naas”.

Wirid Rasulullah – صلى الله عليه وسلم – di singkat oleh para ulama dengan perkataan: فمي بشوق (famii bisyauqi). Dimana setiap huruf dari kata ini merupakan surat awal dari kelompok surat yang dibaca setiap hari.

Bagaimana membedakan antara ayat-ayat mutasyaabih/mirip di dalam Al-Qur’an?

Cara yang paling afdhal jika anda mendapati 2 ayat yang mirip adalah dengan membuka mushaf pada setiap ayat yang mirip tersebut, lalu perhatikanlah perbedaan diantara kedua ayat tersebut kemudian berikanlah tanda yang dapat mengingatkan anda akan perbedaan itu. Lalu ketika anda memuraja’ah, perhatikanlah perbedaan yang anda tandai sebelumnya beberapa kali hingga anda mantap menghafal tentang kemiripan dan perbedaan diantara keduanya.

Kaidah-kaidah dan batasan-batasan dalam menghafal Al-Qur’an

o Wajib bagi anda menghafal dengan bantuan seorang ustadz/syeikh untuk membenarkan bacaan anda

o Hafallah 2 halaman setiap hari. Satu halaman setelah Subuh, dan satu halaman lagi sesudah Ashar atau sesudah Maghrib. Dengan cara ini, maka anda akan mampu menghafal Al-Qur’an seluruhnya dengan mutqin/kokoh dalam waktu satu tahun. Adapun jika anda menambah hafalan diatas 2 halaman setiap hari maka hafalan anda akan lemah disebabkan semakin banyaknya ayat yang harus dijaga..

o Hendaklah menghafal dari surat An-Naas sampai Al-Baqarah karena hal tersebut lebih mudah. Namun setelah selesai menghafal seluruh Al-Quran, hendaklah muraja’ah anda dimulai dari surat Al-Baqarah sampai An-Naas

o Hendaklah menghafal dengan menggunakan satu cetakan mushaf karena hal ini dapat menolong anda dalam memantapkan hafalan dan meningkatkan kecepatan dalam mengingat posisi-posisi ayat serta awal dan akhir setiap halaman Al-Qur’an.

o Setiap orang yang menghafal dalam 2 tahun pertama biasanya masih mudah kehilangan hafalannya. Masa ini dinamakan dengan Marhalah Tajmi’ (fase pengumpulan). Janganlah bersedih atas mudahnya hafalan anda hilang atau banyaknya kekeliruan anda. Karena memang fase ini merupakan fase cobaan yang sulit. Dan waspadalah, karena syaithan akan mengambil kesempatan ini untuk menggoda anda agar berhenti dari menghafal Al-Qur’an. Maka janganlah perdulikan rasa was-was syaithan tersebut dan teruskan menghafal karena sesungguhnya itu adalah harta yang sangat berharga yang tidak diberikan pada setiap orang.

Sumber: http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=342445 [mirror]

Artikel: www.salafiyunpad.wordpress.com

 
Leave a comment

Posted by pada 28 September 2011 in Al-Ilmu

 

Kaitkata:

RUMUS PRAKTIS MUDAH MENGHAFAL AL QUR’AN (Buktikan !!)

Pada postingan artikel sebelumnya kami sampaikan tentang kiat-kiat untuk dapat menghafal ayat-ayat Al Qur’an , sebagian Salaf berlomba-lomba menghafal Al Qur’an dan memuraja’ah hafalan mereka. Nah, pada postingan kali ini, kami sampaikan rumus praktis bagi antum yang ber’azzam untuk dapat menyelesaikan hafalan Al Qur’an al Karim setelah mempelajari metode-metode sebagai bekal dalam meraih kemampuan untuk dapat menghafal Al-Qur‘ân secara baik. Semoga bermanfaat!

RUMUS PRAKTIS MENGHAFAL AL QUR’AN

Jumlah Hafalan / Hari

PREDIKSI SELESAI TAHFIZH AL QUR’AN

TAHUN

BULAN

HARI

1 ayat

17

7

9

2 ayat

8

9

18

3 ayat

5

10

13

4 ayat

4

4

24

5 ayat

3

6

7

6 ayat

2

11

4

7 ayat

2

6

3

8 ayat

2

2

12

9 ayat

1

11

12

10 ayat

1

9

3

11 ayat

1

7

6

12 ayat

1

5

15

13 ayat

1

4

6

14 ayat

1

3

-

15 ayat

1

2

1

16 ayat

1

1

6

17 ayat

1

-

10

18 ayat

-

11

19

19 ayat

-

11

1

½ lembar

3

4

24

1 lembar

-

10

6

Artikel oleh http://salafiyunpad.wordpress.com

 
1 Comment

Posted by pada 28 September 2011 in Al-Ilmu

 

Kaitkata: , ,

Berbenah Diri Untuk Penghafal Al-Qur’an

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjamin kemurnian Al-Qur‘ân telah memudahkan umat ini untuk menghafal dan mempelajari kitab-Nya. Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan para hamba-Nya agar membaca ayat-ayat-Nya, merenungi artinya, dan mengamalkan serta berpegang teguh dengan petunjukNya. Dia Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan hati para hamba yang shalih sebagai wadah untuk memelihara firman-Nya. Dada mereka seperti lembaran-lembaran yang menjaga ayat-ayat-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Sebenarnya, Al-Qur‘ân itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim … (Qs al-Ankabût/29:49).

Dahulu, para sahabat Radhiallahu’anhum yang mulia dan Salafush-Shalih, mereka berlomba-lomba menghafal Al-Qur‘ân, generasi demi generasi. Bersungguh-sungguh mendidik anak-anak mereka dalam naungan Al-Qur‘ân, baik belajar maupun menghafal disertai dengan pemantapan ilmu tajwid, dan juga mentadabburi yang tersirat dalam Al-Qur‘ân, (yaitu) berupa janji dan ancaman.

Berikut ini adalah nasihat yang disampaikan oleh Dr. Anis Ahmad Kurzun diangkat dari risalah beliau Warattilil Qur’âna Tartîla, dan diterjemahkan oleh al-Akh Zakariyya al-Anshari. Pembahasan ini menyangkut metode-metode, sebagai bekal dalam meraih kemampuan untuk dapat menghafal Al-Qur‘ân secara baik. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada 28 September 2011 in Al-Ilmu

 

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H

Ucapan Selamat Iedul Fitri

 
Leave a comment

Posted by pada 1 September 2011 in Uncategorized

 

DOWNLOAD, Ebook Syarh Ushulu Sunnah

Judul Asli : Syarh Ushulu Sunnah
Penulis : Imam Ahmad bin Hanbal
Pensyarah : Syaikh Walid bin Muhammmad Nubaih
Halaman : 168
File : 2.7 MB/djvu
Kategori: gratis


Buku ini berisi prinsip-prinsip dasar aqidah Ahlu Sunnah wal jamaah, yang dirumuskan oleh penghulu para Imam, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah. Ini merupakan kaidah-kaidah yang sepatutnya bagi setiap orang membaca dan menelaahnya, serta menggigitnya erat-erat dengan gigi geraham, karena demikian pentingnya masalah aqidah ini.

Prinsip-prinsip dasar ini merupakan suatu uraian dari manuskrip yang ditulis ulang oleh Syaikh Al-Albani dan Syaikh Ali bin Hasan, semoga Allah merahmati keduanya.

Risalah ini walaupun tidak mencakup seluruh aqidah salafiyah, akan tetapi telah mencukupi sebagai prinsip-prinsip dasar aqidah ahlu sunnah dalam membendung pemahaman-pemahaman bid’ah yang berkembang pada masa itu sampai hari ini.

Sesungguhnya tiada kemuliaan dan kebahagiaan bagi umat ini melainkan dengan tauhid yang murni dan aqidah yang benar. Semoga buku ini menjadi nasehat bagi saya sendiri juga saudara-saudaraku sekalian, agar senantiasa komitmen dalam belajar dan mengajarkan aqidah ahlu sunnah dan menyebarluaskannya ke seluruh penjuru, sehingga manusia kembali menemukan kebenaran dalam beraqidah sesuai tuntunan Sunnah Rasulullah saw.

Silakan download ebooknya, gratis untuk anda semua.

Alternative download Klik disini atau

http://www.mediafire.com/?suzu666w96dvlsq (ebook terjemahan)
Untuk membaca file tersebut gunakan Aplikasi djvu viewer dapat di download di link berikut :
http://windjview.en.softonic.com/download
http://www.softpedia.com/get/Office-tools/Other-Office-Tools/WinDjView.shtml
Semoga bermanfaat.

Sumber : http://mykampungsunnah.wordpress.com

 
Leave a comment

Posted by pada 26 Juni 2011 in Ebook

 

Kaitkata: , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.