RSS

Arsip Kategori: Akhlaq

Adab Berjalan Ke Masjid Bacaan Sewaktu Masuk dan Keluarnya

Abdul Hakim bin Amir Abdat


HADITS PERTAMA

“Dari Abu Qatadah, ia berkata : Tatkala kami sedang shalat bersama Nabi SAW, tiba-tiba beliau mendengar suara berisik orang-orang (yang datang). Maka ketika Nabi telah selesai shalat, ia bertanya : “Ada apa urusan kamu tadi (berisik) ?”. Mereka menjawab : “Kami terburu-buru untuk turut (jama’ah)”, Nabi SAW berkata : “Janganlah kamu berbuat begitu !. Apabila kamu mendatangi shalat, hendaklah kamu berlaku tenang ! Apa yang kamu dapatkan (dari shalatnya Imam), maka shalatlah kamu (seperti itu) dan apa yang kamu ketinggalan, sempurnakanlah !”
(Hadits riwayat : Ahmad, Muslim dan Bukhari).

HADITS KEDUA

“Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda : “Apabila kamu mendengar iqamat, maka pergilah kamu ke tempat shalat itu, dan kamu haruslah berlaku tenang dan bersikap sopan/terhormat, dan janganlah kamu tergesa-gesa, apa yang kamu dapatkan (dari shalatnya Imam), maka shalatlah kamu (seperti itu) dan apa yang kamu ketinggalan sempurnakanlah”.
(Hadits riwayat : Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasa’i & Ahmad). Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Maret 2011 in Akhlaq

 

Tag: , , , , , , ,

Check dan Re-Check terhadap Setiap Khabar yang Datang

Oleh Ustadz Abul Jazaa hafizhahullah

Khabar (خبر), kata Ibnul-Mandhuur, merupakan bentuk tunggal dari kata akhbaar (أخبار). (Definisinya) yaitu : berita yang datang kepadamu tentang orang yang kamu akan diberitahu. Ibnu Sayyidih berkata : “Khabar adalah berita. Jamaknya adalah akhbaar, dan al-akhaabiiradalah jamak dari akhbaar…. Al-Istikhbaar dan at-takhabbur adalah pertanyaan mengenaikhabar. Dalam hadits Al-Hudaibiyyah : Bahwasannya beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallammengutus seseorang dari suku Khuzaa’ah menanyakan berita (takhabbar) tentang Quraisy.Takhabbar maksud mencari tahu. Dikatakan : Takhabbaral-khabar was-takhbara maksudnya : jika ia bertanya tentang khabar untuk mengetahuinya [Lisaanul-‘Arab, hal. 1090]. Read the rest of this entry »

 
Komentar Dinonaktifkan pada Check dan Re-Check terhadap Setiap Khabar yang Datang

Ditulis oleh pada 12 Maret 2010 in Akhlaq

 

Download Audio: AGAR KRITIKAN BERBUAH KASIH SAYANG (Ustadz Abdullah Taslim) [PENTING]

Alhamdulillah, silakan download rekaman kajian bersama Al Ustadz Abdullah Taslim hafizhahullah di kota Purwokerto (6 Maret 2010) dengan tema AGAR KRITIKAN BERBUAH KASIH SAYANG (Metode Ahlus Sunnah dalam Mengkritik). Insya Allah banyak faidah yang kita dapatkan pada kajian yang beliau sampaikan ini, khususnya bagi kita yang berusaha meniti manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Semoga kajian yang beliau sampaikan bermanfaat bagi seluruh kaum Muslimin. Silakan download pada link berikut:

>> Download AGAR KRITIKAN BERBUAH KASIH SAYANG <<

Dapatkan pula ratusan rekaman kajian Islam bermanfaat pada situs www.kajian.net

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Maret 2010 in Akhlaq

 

Tag: , ,

BETAPA PENTING MENYAMBUNG SILATURAHMI

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn

Marilah kita bertakwa kepada Allah Ta’ala. Takwa yang juga dapat mengantarkan kita pada kebaikan hubungan dengan sesama manusia. Lebih khusus lagi, yaitu sambunglah tali silaturahmi dengan keluarga yang masih ada hubungan nasab (anshab). Yang dimaksud, yaitu keluarga itu sendiri, seperti ibu, bapak, anak lelaki, anak perempuan ataupun orang-orang yang mempunyai hubungan darah dari orang-orang sebelum bapaknya atau ibunya. Inilah yang disebut arham atau ansab. Adapun kerabat dari suami atau istri, mereka adalah para ipar, tidak memiliki hubungan rahim ataupun nasab.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Maret 2010 in Akhlaq

 

Tag:

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA LEBIH DIDAHULUKAN ATAS JIHAD DAN HIJRAH

Oleh
Ummu Salamah As-Salafiyyah

Yang saya maksudkan dengan jihad di sini adalah jihad yang berhukum fardhu kifayah. Sedangkan jihad yang fardhu ‘ain, maka tidak ada keharusan adanya keridhaan kedua orang tua akan hal tersebut.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berjihad, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya.

“Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya, masih.”

Beliau pun bersabda

“Maka pada keduanya, hendaklah engkau berjihad (berbakti).’” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Maret 2010 in Akhlaq

 

Tag: ,

KEWAJIBAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn

Marilah kita bertakwa kepada Allah. Kita laksanakan kewajiban yang telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu berupa hak-hak-Nya dan hak para hamba-Nya. Dan ketahuilah, hak manusia yang paling besar atas diri kalian ialah hak kedua orang tua dan karib kerabat. Allah menyebutkan hak tersebut berada pada tingkatan setelah hak-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وا عبدوا الله ولأ تشر كوا به شيئا وبااولدين احسنا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa … ” [an-Nisâ`/4:36].
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Maret 2010 in Akhlaq

 

Tag: ,

 
%d blogger menyukai ini: